Feeds:
Posts
Comments

Semua diblock…

Sebel banget aku hari ini
Semua akses inet diblock…
Ke wordpress, blogspot, yahoo, gmail…
Duuuh….ni juga pake proxy colongan
Kenapa ya?kan kalo kaya gini ga bisa maju para pegawainya…

bad…bad

Koneksi Lemot

Cuma mau bilang ni postingan pake im3
Lemooot abeesss. Hiks, tapi lumayan murah ceeeh
Murah tapi lemoot..Huiks

PNS mmmm….

Aku pengen berbagi sedikit aja tentang pekerjaanku yang baru.
Setelah malang melintang dan berkecimpung di dunia telko dan perusahaan swasta selama kurang lebih 2 tahun. Akhirnya aku banting setir atau bisa dibilang pindah haluan mencoba peruntunganku di PNS. Toh, juga udah bukan rahasia lagi kalo PNS tuh masuknya susah. Selain diperlukan kecerdasan, keberuntunganlah yang sangat berperan. Walaupun kadang uang juga ikut andil, dalam beberapa kasus yang pernah kudengar. Namun aku percaya tanpa uangpun aku masih bisa, bukan apa-apa sih di samping aku emang males cara-cara kaya gitu. Aku juga lagi ga punya uang..:(

Aku juga akhirnya bisa membuktikan semua pemikiranku tersebut. Yah, aku ketrima di lembaga pemerintahan salah satu kabupaten di propinsi DIY.
Hari pertama aku masuk kerja adalah tanggal 1-April-2009. Aku masi bingung kerjaanku ngapain. Aku juga bingung, karena para pegawai harus mengawali kerja dengan melaksanakan apel pagi setiap jam 07.30. Otomatis aku harus sampai kantor setengah jam sebelumnya alias jam 07.00. Padahal tau sendiri, dulu waktu di perusahaan swasta aku selalu bangun siang. Hehehe..Ketahuan deh..:P

Memulai sesuatu yang baru sungguh melelahkan bagiku. Selain masalah bangun pagi, aku juga agak kesulitan dengan cara bergaul di kantorku yang baru ini. Karena mayoritas disini usia para pegawainya udah”sepuh” dan banyak yang asli Jawa banget (masi pake bahasa Jawa alus). Maka sopan santun dan “unggah-ungguh”sangat diutamakan. Agak sulit memang harus berbasa-basi setiap hari. Pernah ada hal yang konyol banget, suatu pagi aku berpapasan dengan seorang ibu. Kebetulan beliau satu instansi denganku, aku ingin menyapa. Tetapi aku bingung karena kehabisan ide, akhirnya keluar kata2 aneh dari mulutku “Bu, habis potong rambut ya?Bagus banget deh, lebih segar.” Dalam hati aku merasa aneh. Wuiiih, sapa ya yang ngomong barusan? Seperti bukan diriku saja, seumur-umur aku kan orangnya susah banget berbasa-basi. Aku cenderung cuek mau melakukan apa dan orang laen juga mau ngapain. Dan parahnya kata-kata semacam itu sering banget aku ucapkan di awal-awal aku masuk kantor ini.

Di kantorku yang baru ini, basa-basi sangat penting. Senyum manis juga sangat berpengaruh. Bagaimanapun suasana hatimu hari itu, kamu dituntut untuk selalu tersenyum dan berbasa-basi. Suatu hal yang mudah sepertinya, namun kalo dipraktekan susahnya setengah mati buatku. Sebulan aku bersikap “aneh” seperti itu membuatku merasa muak dan merasa bukan menjadi diriku sendiri. Akan tetapi lama kelamaan aku mulai merasa nyaman dan enjoy. Dengan permulaanku yang seperti itu, rupanya membuat teman-temanku merasa nyaman denganku. Akupun mulai menjadi diriku sendiri, namun kurasakan tidak banyak yang berubah. Karena ternyata akulah yang berubah, menjadi lebih sopan, lebih ramah, lebih murah senyum, dan lebih mengerti orang lain. Ternyata di balik ketersiksaanku selama sebulan ini, aku menuai buah yang sangat manis.

Aku ingin mengucapkan terimakasih kepada ALLAH telah memberikan aku rahmat seperti ini. Sehingga aku bisa lebih banyak belajar dan memahami orang lain.
Terimakasih Tuhan….
Alhamdulillah…

Iseng bikin ginian based on pengamatan terhadap diri sendiri dan penilaian dari orang lain

1. Aku orangnya males
2. Aku orangnya manja
3. Aku orangnya gampang terpengaruh sama orang lain
4. Aku orangnya paranoid abess
5. Aku orangnya suka diem kalo baru kenal ma orang, tapi cablak kalo sama yang udah kenal
6. Aku orangnya benci banget sama yang namanya sepi..sendiri
7. Aku orangnya susah untuk mengatakan tidak
8. Aku orangnya ga tegaan
9. Aku orangnya sensitif, gampang tersentuh, gampang nangis, gampang marah
10. Aku orangnya ga feminin

Enough dulu yaaa…

Sajak syahdu seorang pecinta…

Senyum menghias lekuk bibirmu yang merekah…merah
Merajam ulu hatiku yang sedang ditusuk duri cintamu
Menusuk jantungku yang berdetak kencang menyerukan namamu…

Wahai gadis dengan senyum manis di bibir yang merekah
Sudikah engkau memagut lukaku dengan bibir merahmu?
Maukah engkau menyisir jalan menuju hatiku yang bersimbah darah cintaku

Angin…
Bawalah derita cinta yang memabukkan ini kepadanya
Kepada seorang gadis nun jauh di sana
Dengan senyum manis di bibir yang merekah…merah

Created by : Na

Setiap manusia mempunyai pandangan tentang hidup…
Seorang anak memandang hidup ini sebagai taman bermain yang menyenangkan. Hidup selalu penuh dengan balon dan juga mainan2 yang menarik.
Seorang remaja menjalani hidup dengan penuh semangat, dengan warna-warni masa remaja tanpa harus memikirkan segala resikonya.
Seorang dewasa berbeda lagi dalam menilai hidup ini, penuh dengan perjuangan mungkin. Tergantung pengalaman masing2 orang dalam kehidupannya.

Santai..apakah selalu nyaman???

Fyuuh…
Sudah lama sekali rasanya sejak aku meninggalkan kota ini, kota tempat aku dilahirkan dan selama lebih dari 17tahun menghabiskan hidupku. Cita-cita telah membawaku menjauh dari kota Jogja. Kota dengan segala aspek dan sisi-sisi yang banyak menjadi inspirasi terutama bagi para seniman.

Menyenangkan rasanya bisa kembali ke kota ini. Keramahan penduduknya, dan kasrian kota membuatku kerasan untuk tinggal di sini lagi. Serta merangkai hidup yang baru yang lebih indah dari sebelumnya. Mungkin…di sinilah takdirku akan dimulai..

Suatu malam, karena ada keperluan aku terpaksa berkendara menuju pusat kota Jogja sendirian. Menyebalkan memang, malam-malam yang dingin dan gelap sepi (duuh jadi kaya lagu deh), mulai lebay. Awalnya sih ga terasa ada sesuatu yang agak aneh dalam perjalananku. Apa coba?…
Iya, selaen karena jalan di kota Jogja sempitnya minta ampun. Motor-motor di Jogja yang terkenal mendominasi jalan juga semakin menambah kesemrawutan kota Jogja. Di samping itu mending kalo para bikers itu tertib dan teratur dalam mengendarai motor mereka. Lhah ini, duuuh aku hanya bisa mengelus dada…eh salah dink, mana bisa nyetir sambil ngelus dada..hehehe.

Yang bener adalah menahan sumpah serapah, dan omelan-omelan dalam hati saja. Banyak sekali kendaraan yang ngawur, bahkan ada yang di tengah kemacetan tersebut berjejer dua-dua. Ada juga yang pada saat jalan sepi tetapi ada pengendara yang berjalan sangat pelan, berjejer pula. Duuuh. Emang jalan milik nenek moyangmu Nak…
Sungguh kondisi yang menyebalkan, dan membuat stress .Sambil ngomel-ngomel kakiku tak henti menginjak rem. Betapa tidak enaknya, berulang kali motorku berdecit menahan rem .

Tak terasa perjalanan malam itu membuatku menyesalkan satu hal yang kurang diperhatikan olah warga Jogja tercinta ini. Hal tersebut adalah kurangnya disiplin masyarakatnya. Dengan semboyan “alon-alon waton kelakon” yang kurasa udah sangat out of date. Itu mah semboyan jadul kang…Semboyan atau jargon tersebut justru malah semakin mengurangi rasa disiplin masyarakat Jogja yang terkenal ramah itu. Semua di sini terasa sangat lambat dan santai. Mungkin bagi warga asli Jogja itu adalah hal yang biasa. Namun bagi para pendatang atau orang yang sudah lama hidup di luar Jogja apalagi di Jakarta yang serba cepat, maka kondisi kota ini sangat tidak nyaman.

Dalam hatiku yang terdalam, aku hanya bisa berharap. Semoga masyarakat kota ini segera menyadari betapa pentingnya arti kedisiplinan yang bisa membuat suasana Jogja semakin nyaman . Sebagaimana slogan “Yogyakarta berhati Nyaman”. Kupikir santai tidak selalu identik dengan nyaman. Karena rasa nyaman itu timbul dalam hati, dan situasi serta lingkungan di sekitar kita itulah yang bisa membuat hati terasa nyaman dan tenteram.

Alhamdulillah…setelah sekian lama absen nulis di blog, akhirnya ada kesempatan buat ngisi blog ini. Pertama yang akan aku share adalah pengalaman di hari pernikahanku…(29-Mar-09). That’s great day for me..:)

Dua hari sebelum hari H (Jumat,27-Mar-09) Kesibukan mulai melanda rumahku, sebenernya udah dari hari Kamis sih, karena adat di desaku kalo ada acara pernikahan 3 hari sebelumnya udah pada sibuk. Entah sibuk masang tenda, dan juga pasang deklit serta menerima tamu yang datang tentunya.

Hari dimulai dimana aku harus merelakan sebagian rumahku yang sudah sempit untuk banyak orang yang datang. Duuh…dari saudara-saudara dan tetangga yang dateng buat membantu memasak. Karena emang pernikahanku dilaksanakan di rumah..repot banget. Belum lagi rumah yang kotor serta hiruk pikuk, bahkan kamarkupun kurelakan untuk tempat barang2.

Hari Jumat yang melelahkan. Malemnya udah kurang tidur,pagi sampai sore trus seharian harus pasang senyum yang lebar menyambut tamu2. Karena mereka selalu bertanya sama bapak dan ibu. “Mana pengantinnya?” Hehehe, malu campur gimana gitu..Tapi hari Jumat berakhir dengan lancar dan menyenangkan.

Satu hari sebelum hari H(Sabtu,28-Mar-09) Sabtu ini hari yang paling sibuk buat aku dan juga orang tuaku. Bener2 gila, tamu2 bahkan ga berenti2 datang dari pagi sampai malem…Fyuuuh. Tapi menyenangkan juga sih, karena banyak saudara2 yang datang dan terutama calon suami juga datang..he. Singkat saja kuceritakan hari Sabtu ini berlangsung dengan lancar meskipun ada keributan kecil, karena makanan kurang. Wakakaka, dan yang lebih parah pesenan es krim datangnya telat. Tapi untunglah semua bisa diatasi.

Jam 8 malem, tamu2 sudah habis dan giliran datanglah si katering untuk memasang perabot. Ini juga susah banget, berhubung rumahku kecil jadinya terpaksa dizip sedemikian rupa sehingga bisa muat. Makasi buat my Father and my Uncle karena beliaulah yang mengurusi semuanya. Dan jam 10 malem tukang dekor datang untuk memasang pelaminan dan dekorasi pastinya. Malam itu bener2 tak terlupakan dalam hidupku, begitu mendebarkan sehingga akupun tak bisa memejamkan mata.

Hari H (Minggu,29-Mar-09). Pagi2 banget aku bangun (padahal juga ga bisa tidur). Kepala puyeng, badan juga lemes banget. Sempet sarapan dan minum vitamin biar ga pingsan nanti .. Perias pengantin datang jam setengah 7 pagi, dan aku serta para pendampingku pun segera dimake over..Cieeeh Tidak terasa sudah selesai make over, dan kamipun menjelma bagai putri2 yang sangat menawan. Senyum menghiasi wajah2 kami. Aku dan para gadis pendampingku.. Unforgettable event……..

Tiba saatnya…ketika penghulu datang dan membimbing calon suamiku untuk mengucapkan ijab dan orang tuaku menjawabnya “kobul”. Dan akhirnya para saksi mengesahkannya. Sungguh kejadian yang sangat luar biasa. Detik2 menjelang pengucapan ijab kobul, rasanya aku sudah ga kuat dan mau pingsan, di samping deg2an juga karena lemes kurang tidur. Setelah akad, aku juga belum bisa bernafas lega karena masih ada resepsi dengan menggunakan adat Jawa. Suamiku diiringi para pendamping (Pager Bagus) berjalan menuju pelaminan. Akupun juga tak mau kalah, dengan diiringi para dayang bak putri raja aku berjalan perlahan ke pelaminan dengan arah yang berlawanan dengan suamiku. Sebelum sampai ke pelaminan, kami dipertemukan. Di situlah diadakan prosesi adat Jawa, antara lain saling melempar daun sirih, mencuci kaki suami dengan air kembang, suap2an dsb. Tetapi semua pesta pasti akan berakhir . akhir pesta ini sangat manis dimana aku menjadi seorang istri dan kehidupan barupun dimulai. Alhamdulillah…

Bismillah akan mengawali hari2 baruku menjalani kehidupan baruku sebagai seorang istri,yang Insya ALLAH akan membawa berkah kalau dijalani dengan ikhlas. Oke.. Begitulah pengalamanku di hari yang sangat penting dan sakral dalam hidupku.

Terimakasih kepada semua yang telah banyak membantu sehingga pernikahanku berjalan dengan lancar.

Bosan…bete…sebel

Itu adalah perasaan yang akhir-akhir ini menyerbu hatiku. Menyebalkan sekali, merasa sepi sendiri. Yah, bener sih ini semua keputusanku, aku keluar dari pekerjaanku yang lama sebelum ada kepastian kapan dimulainya pekerjaanku yang baru. Jadi ya, ga jelas begini deh. Niat pengen ngurusin pernikahan, adanya malah hari-hari yang bete di rumah sendiri. Heran juga ya, kenapa sampai ga betah di rumah. Dengan tidak mengurangi rasa hormatku terhadap orang tua yang membesarkanku. Aku hanya bisa menyimpulkan”I just have a house but not home”. Rumah yang kupunya hanyalah rumah untuk tempat tinggal, bukan rumah dalam artian sebenarnya. Tempat yang hanya merupakan angan belaka buat aku. Aku hidup dari kecil tanpa belain dan pelukan dari orang tuaku, karena mereka terlalu sibuk untuk masa depan anak-anaknya…mungkin. Tetapi ada hal yang mereka lupa, yaitu kebahagiaan tidak bisa diukur dengan banyaknya uang atau materi yang  kita punya. Dan kenyataan pahit itu menghadang di hadapan mereka sekarang. Aku ga akan  menceritakan semua bab tentang ini sekarang, karena saat ini aku hanya akan mengupas segala hal yang membosankan saat menjadi seorang pengangguran terselubung yang ga punya penghasilan..uhuk..uhuk

Membosankan memang, mengisi hari-hari dengan menunggu. Bingung dengan apa yang harus dilakuin. Itulah hal-hal yang sedang aku alami dan hadapi. Menganggur..memang indah dan nikmat di awal, namun begitu pahit dan sepi di akhirnya. Apalagi kalo sebelum menganggur orang tersebut adalah hard worker, yang setiap hari diisi dengan bekerja dan bekerja. Dan yang paling menyiksa dari menganggur adalah di waktu mau tidur kita tidak tau apa yang akan dilakukan esok hari. Jadi aku ga bisa membayangkan ada orang yang betah menganggur sampai bertahun-tahun. Mungkin kalo itu terjadi padaku, aku akan meledak karena stress. ..fyuuuh. Tapi ya tetep tersiksa juga sih yang namanya nganggur, walaupun cuma sebentar sekalipun. Selama ini sih aku mencoba mengisi waktuku dengan hal-hal yang positif. Kaya jalan-jalan, ngurusin nikah(ini ni yang bikin capek dan stress). Yang pasti di balik semua kebosanan ini ada nilai-nilai positif yang bisa aku ambil. Aku bisa lebih melihat lingkungan sekitarku itu kaya apa, dan lebih bisa mengenal mereka. Hehehehe..Bisa melakukan hal-hal yang selama ini ga bisa aku lakuin waktu aku sibuk, seperti maen ama temen2, ke salon, and ngelakuin aktivitas-aktivitas menarik lainnya.

Pokoknya tetep semangat dan teruss semangat..

:-)

Dah dulu ya..lain kali disambung lagi…

Beberapa hari ini sangat melelahkan buat kehidupan lahir dan  batinku..

Berawal dari tanggal 17-Dec-08 saat aku melihat pengumuman hasil seleksi CPNS di internet, yang ternyata aku lulus test…Alhamdulillah banget :-)

Tetapi masalah baru muncul dimana aku harus datang ke Badan Kepegawaian Daerah Sleman tanggal 18-Dec-08, tempat aku ngelamar CPNS. Sedangkan waktu itu aku masi di Semarang.

Langsung tanpa babibu aku cabut aja ke Jogja. Paginya aku langsung menuju BKD untuk mengambil Surat Pemberitahuan Lulus.

Hari berikutnya tanggal 19-Dec-08 aku juga pergi lagi ke untuk buat SKCK dan Kartu Kuning..

Ini nih yang harus sabar mulai dari Kelurahan-> Basa-basi dengan para perangkat desa, karena udah kenal Babe..harus sedia senyum yang buanyaaak..:-P

Kecamatan -> Harus menyediakan kesabaran yang banyak, karena mau ngambil KTP ama KK aja perlu waktu 1 jam :-(

Polsek -> Lumayan cepet, maybe karena ada administrasinya kali yah :-) No offense Pak

Polres -> Nah, perjalanan dari Polsek ke Polres ini nih yang luama banget, udah gitu sampe di sono ga bisa bikin SKCK karena belum ada pengumuman dari BKD (kasusnya beda kalo untuk pengangkatan PNS)

Huff…ya udah akhirnya muter2 kota cari sepatu buat hari Sabtunya ada pengarahan pemberkasan di BKD lagii..

Cari sepatu sekalian di Malioboro..wueeeh muter2 akhirnya dapat yang lumayan, sekalian beliin 1 buat Ibu di rumah..

Mampir sebentar buat Shalat Dhuhur di Masjid Kepatihan..

Pertama c biasa aja, tapi pas selese shalat kok mukena yang kupake langsung dijemur apa pengurus masjidnya yang udah sepuh banget and agak2 kejawen deh kayanya. Soalnya mukena juga diiket pake kain merah, putih, ama biru. Entah apa maksudnya..Hiiiy sereeem banget

Older Posts »